Surat Terbuka KH. Akh. Zaini Romli Kepada FPI

Posted: June 13, 2008 in Press Release

Himbauan dan Pernyataan Sikap Keluarga Mohammad Guntur Romli Kekerasan FPI dalam Tragedi Monas 1 Juni 2008)

Oleh K.H. Akh. Zaini Romli, Pendiri & Pengasuh Pesantren Darul Aitam Ar-Romli, Situbondo, Jawa Timur

Surat Terbuka Untuk FPI dan Rizieq Shihab

Kami dari keluarga menyarankan kepada FPI supaya jangan selalu memperkedok ajaran Islam atau mengatasnamakan Islam. Apakah anda tidak malu kepada Islam, lebih-lebih kepada agama lain.

Kita hidup di iklim beragama yang saling toleransi dan menghormati. Negara Republik Indonesia juga memiliki pedoman Bhinneka Tunggal Ika dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menetapkan kebebasan beragama bagi semua orang.

Kalau anda mengaku betul-betul FPI, sebagai pembela Islam, bukan begitu
caranya memperlakukan sesama manusia. Kekerasan bukan ajaran agama
Islam.

Islam adalah agama yang mendukung perdamaian dan penghargaan terhadap
Hak Asasi Manusia. Islam adalah agama yang sifatnya “Rahmatan Lil Alamin”.
Tolong anda kaji lagi Al Quran dan hadist-nya.

Kawan, jangan kamu sombong dan jangan selalu memamerkan dirimu di
depan media massa. Perilaku pamer itu menyebabkan masyarakat resah dan
membawa nama kurang baik bagi umat Islam lainnya. Bekerjalah dan turunlah ke
masyarakat, ke desa-desa atau ke golongan bawah yang lebih penting dan
membutuhkan bantuan. Jangan hanya bekerja di kota saja dan membuat
cemas masyarakat.

Kalau anda sombong, bahkan meremehkan orang lain kami menghimbau
supaya anda belajar lagi ajaran agama Islam yang lebih lengkap dan lebih baik
lagi.

Sekali lagi, kalau anda masih bertahan dengan kesombongan anda coba
anda melihat diri anda sendiri. Anda pada hakekatnya sama dengan manusia
lain, termasuk para korban kekerasan FPI yang sudah menjadi korban di Monas,
yang salah satunya anak saya sendiri Mohammad Guntur Romli.

Saya juga seorang Kyai yang beragama Islam, yang sangat menyayangkan
kejadian di Monas. Saya menjerit, bukan saja karena anak saya kena
pukul tetapi juga karena korban yang tertimpa lainnya juga. Peristiwa ini
membuat saya malu kepada agama saya sendiri. Kenapa begini caranya orang
Islam, bukan Islamnya, tetapi perilaku orangnya yang tidak bertanggung jawab.
Kalau saja negara Indonesia ini bukan negara hukum, demi Allah, kami tidak
takut menghadapi anda, Rizieq Shihab, perilaku anda, peluru atau senjata
anda.


Hanya kepada Allah kami takut.

Anda jangan merasa bangga dan bahagia melihat anggota FPI dikejar
polisi dan ditangkap. Lebih baik anda merasa malu, berarti anda tidak berhasil mendidik
mereka untuk menjadi manusia yang beradab. Begitu juga pengikutnya,
kenapa begitu tolol mengikuti ajaran anda tersebut. Apakah benar kita tidak
ada pekerjaan lain?

Saya manusia yang berdasarkan Pancasila, sudah merupakan keharusan
untuk ikut serta andil berpartisipasi dalam rangka membina mental manusia
seutuhnya, sesuai Undang Undang. Camkanlah itu!

Keluarga Kyai Akh. Zaini Romli

K.H. Akh. Zaini Romli, Pendiri & Pengasuh Pesantren Darul Aitam Ar-Romli,
Situbondo, Jawa Timur

Comments
  1. scorpionz says:

    K.H. Akh. Zaini Romli : Kalau saja negara Indonesia ini bukan negara hukum, demi Allah, kami tidak takut.

    dan demi Allah kami juga tidak takut dengan orang2 yanng telah melahirkan anak2 yang suka memperaduk agama. yang kami takut cuma Allah Tuhan kami, Allah Akbar.

  2. Wong NU says:

    Biarkan Allah yang menentukan mana yang paling benar antara Islam Moderat (aswaja) dengan Islam radikal (FPI)..Karena sesungguhnya Islam adalah agama rahmatan lil alamin, dan definisi seorang muslim menurut Nabi adalah Al-musliman saliman muslimun, min lisanihi wa yadihi (yang menjaga lisan dan tangannya dari mengolok2 orang lain), dan hamba yang agung didepan Allah adalah “tshoubuhu tsoubal anbiya wa’amaluhu amalal jabbarin”, yang artinya hamba yang paling dimurkai Allah adalah jika pakainnya lebih baik dari amalnya, pakaiannya seperti pakaian Nabi tapi perilakunya seperti prilaku preman (seperti FPI mungkin).

    dan ingat!!!ketika Nabi SAW mendapat cemoohan dan diludahi oleh kaum kafir quraish, beliau hanya membalas dengan senyum…subhanallah, Maha Besar Allah dengan segala kebesaran-Nya…

    dengan izin Allah, FPI akan sirna!

  3. elwatsiq says:

    salamullaah ‘alaykum…
    saudara-saudaraku seiman semuanya, ada hal yang perlu diketahui -terlepas dari kasus FPI yang mungkin membikin sebagaian umat yang lain merasa kecewa-, yaitu:
    1. Peristiwa Monas itu adalah peristiwa yang disekenario pemerintah (tepatnya presiden beserta para kroninya) untuk menggulung issue BBM -yang berpotensi mengancam singgasana kekuasaannya-, sehingga kami merasa prihatin atas apa yang terjadi antara FPI dan NU yang menjadi korbannya.
    2. Rupanya Pemerintah mengintervensi mediamassa dalam kasus ini, seolah-olah yang sedang berkecamuk adalah antara NU dan FPI, padahal bukan. ini terbukti dari kesalahan-kesalahan media yang terkuak di kemudian hari.
    3. Komprador-komprador selalu dan akan terus berusaha memecah belah umat Islam ini dengan adu domba, khususnya antara Islam Tradisional Vs Islam Fundamental, dan berusaha mengangkat Islam Modern (Liberal). ini dalam rangka agar ideologi sekulerisme liberalisme tetap eksis di indonesia. yang karenanyalah rakyat Indonesia semakin terjepit dan dihadapkan pada berbagai masalah!
    4. mari kembali kepada Allah dan RasulNya jika ada pertentangan di antara kita, (. … farudduuh Ilallaah wa rosuulih), yaitu syari’at Allah..
    Wa’tashimuu bihablillaahi jamii’an (Ayyuhal muslimuun..). walaa tafarroquu..
    “dan berpegangteguhlah kalian pada tali Allaah, dan jangan bercerai berai…”
    wassalam..
    saudaramu
    elwatsiq

  4. abeinhere says:

    Salamullah alaikum wa rahamtullah

    Ya akhi bila memang antum sadar demikian, bila memang kelompok pelaku kekerasan di Monas itu sadar bahwa ini cuma adu domba pemerintah untuk kepentingan menutupi fakta kenaikan BBM, maka seharusnya pihak yang melakukan kekerasan, pemukulan dan penganiayaan terhadap sesama muslim, yah jelas FPI itu, mestinya meminta maaf kepada saudaranya tersebut. Saya kira ini harus dilakukan. Tetapi saya khawatir antum memakai dalih ukhuwah hanya untuk mengalihkan tudingan bahwa FPI memang salah karena melakukan kekerasan.

    Ummat sekarang sudah cerdas, ummat pada akhirnya akan tahu siapa ulama dan siapa preman berjilbab. Nabiyuna saw bersabda bahwa; Abghadul Ibad Ilallahi man kaana tsaubuhu khairan min ‘amalihi, tsaubuhu tsaubal anbiya, wa ‘amaluhu amalal jabbariin, orang yang dilmurkai Allah adalah jika pakiannya lebih baik dari amalnya, pakaiannya pakaian nabi prilakunya prilaku preman. Shadaqallu wa shadaqa rasuluhu al-karim. Ini bukan kata saya, tetapi sabda Rasulullah, ini kebenaran dari Allah, Al-Haqqu min rabbik falaa takuunanna min mumtarin, ini kebenaran dari Allah, jangan sekali-sekali engaku menentangnya. Semoga bermanfaat. Amin… Allahu AKbar

  5. elwatsiq says:

    Alaykum minallaahissalaam warrahmah wal barokah wassadaad..

    Alhamdulillah a masih diijinkan untuk bersilaturahmi, menurut kami, tanpa meminta maaf pun dari pihak FPI, hendaknya saudara muslim yang baik itu memaafkan. dan saudara protesnya jangan ke saya, karena saya bukan bagian integral dari FPI, dalam konteks ke Indonesiaan, kami kurang sepakat dengan cara dakwah FPI yang cenderung memilih berdakwah dengan fisik, kami berada di dalam barisan dakwah merubah pemikiran. merubah pemikiran hanya dengan pemikiran bukan dengan kekerasan.
    berkenaan dengan hadits yang saudara kutib di atas, hendaknya hati-hati dalam mengalamatkan kepada sesama muslim. bisa-bisa kembali kepada kita.
    pakaian dan perbuatan atau akhlak adalah dua hal yang berbeda. dan masing masing punya hukum sendiri.
    orang berakhlak mulia namun tidak berpakaian syar’ie belum dikatakan benar, dia berdosa dalam hal berpakaiannya.
    orang yang berpakaian syar’ie namun beraklak bejat, juga belum benar, dia berdosa dalam hal akhlaknya.
    itu kacamata kami tentang pakaian dan akhlak.
    kami tidak setuju dengan mereka yang mengatakan percuma menutup aurat/berpakaian syar’ie kalau akhlaknya rusak, sehingga menurut mereka tidak apa-apa berpakaian tidak syar’ie asal akhlaknya mulia. kami tidak setuju dengan hal tersebut.
    keduanya memiliki hukum masing-masing…
    maaf bukan maksud menggurui… wassalamu’alaykum…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s