54 Pelanggaran HAM Terhadap Ahmadiyah

Posted: June 12, 2008 in News

Oleh Abu Bakar

Akhir-akhir ini desakan pembubaran Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) semakin mengeras. Ini terutama disuarakan oleh kelompok-kelompok Islam garis keras. Dengan alasan bahwa JAI telah melakukan penodaan agama, hak JAI dalam beragama dan berkeyakinan yang sebenarnya dilindungi undang-undang negeri ini hendak diberangus begitu saja. Karena desakan pembubaran itulah, kemudian pada 10 Juni 2008 pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang berisi pelarangan kegiatan JAI. Meski tidak sampai membubarkan, SKB ini telah menjadikan sluruh kegiatan JAI sebagai kegiatan terlarang. Ini sangat disayangkan oleh Jaringan Kerja Pemantau dan Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Jaker PAKBB) yang berpusat di Bandung. Karena berdasarkan pemantauan Jaker PAKBB, justru JAI lah yang selama ini dilanggar hak asasinya. Di Jawa Barat saja, sejak th. 2000 hinga sekarang, ada 54 kekerasan dan pelanggaran HAM yang diderita JAI.

Pelanggaran HAM terhadap JAI itu terungkap dalam Pertemuan Terbatas Hak atas Kebebasan Beragama di Jawa Barat , Senin (9/6/2008), di Bandung. Selain dihadiri oleh anggota Jaker PAKBB, acara ini juga dihadiri oleh beberapa ormas seperti Pagar Nusa Bandung dan Aliansi Kebangsaan untuk kerukunan beragama (Akur) Bandung.

Menurut sekertaris Jaker PAKBB, Gatot Riyanto, situasi kebebasan beragama di Jabar selama satu dekade ini mengalami masa suram. Ini dikarenakan banyaknya kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Pelanggaran ini tentu diikuti dengan banyak kerugian yang diderita korbannya, baik harta maupun jiwa, materu maupun non-materi.

Dari pantauan kami ada 54 kasus kekerasan terhadap kelompok Ahmadiyah sejak 2000 hingga 2008,” kata Gatot. Kekerasan tersebut diantaranya, adalah ajakan membunuh anggota jamaat Ahmadiyah di Ciamis, larangan pencatatan nikah di Kuningan, pembuatan KTP dan penyidikan PNS Ahmadiyah. Selain itu penyerangan Ahmadiyah oleh FPI di Kuningan pada 2004, penutupan masjid dan MTs Ahmadiyah Juli 2005 di Kuningan, larangan aktivitas Ahmadiyah di Bogor tahun 2005, pengrusakan fasilitas Ahmadiyah di Cianjur pada 2005, serta pembakaran masjid jemaat Ahmadiyah di Garut pada 2007. “Kami pun menilai penerbitan SKB pelarangan aktifitas Ahmadiyah merupakan produk hukum yang melanggar kebebasan beragama dan berkeyakinan,” protesnya.

Gatot juga menyesalkan, SKB ini juga bisa berakibat keresahan dan konflik di tengah masyarakat. “Dengan cepat jemaat Ahmadiyah jadi korban dan pihak yang disingkirkan serta dielimanasi dari Islam mainstream,” katanya. (ab)

Comments
  1. scorpionz says:

    HIDUP FPI, KEJAYAAN ISLAM DITANGAN MU KINI, INDONESIA SUDAH DIPENUHI KAUM MUNAFIQIN

  2. Wong NU says:

    Biarkan Allah yang menentukan mana yang paling benar antara Islam Moderat (aswaja-NU) dengan Islam radikal (FPI)..Karena sesungguhnya Islam adalah agama rahmatan lil alamin, dan definisi seorang muslim menurut Nabi adalah Al-musliman saliman muslimun, min lisanihi wa yadihi (yang menjaga lisan dan tangannya dari mengolok2 orang lain), dan hamba yang agung didepan Allah adalah “tshoubuhu tsoubal anbiya wa’amaluhu amalal jabbarin”, yang artinya hamba yang paling dimurkai Allah adalah jika pakainnya lebih baik dari amalnya, pakaiannya seperti pakaian Nabi tapi perilakunya seperti prilaku preman (seperti FPI mungkin).

    dan ingat!!!ketika Nabi SAW mendapat cemoohan dan diludahi oleh kaum kafir quraish, beliau hanya membalas dengan senyum…subhanallah, Maha Besar Allah dengan segala kebesaran-Nya…

    dengan izin Allah, FPI akan sirna!

  3. iru; says:

    ……hancurlah kaum munafik…hancurkan kaum kafir..hancurkan kaum musrikin…yaa Allah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s