Keluarga Besar NU, Polres dan DPRD Cirebon Sepakat Bubarkan FPI

Posted: June 5, 2008 in News

Ditulis Oleh Ali Mursyid
Kamis, 05 Juni 2008
”Beberapa tahun ini muncul sejumlah kelompok yang mengatasnamakan Islam untuk menebarkan kekerasan. Yang paling anarkis adalah Front Pembela lslam (FPI). Organisasi ini terbukti melakukan berbagai tindakan kekerasan terhadap kelompok yang berbeda keyakinan, dan kelompok minoritas lainnya. Pada 1 Juni 2008, FPI melakukan tindakan anarkhi terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Aksi brutal FPI itu dilakukan justru saat AKKBB dalam aksi damai peringatan hari lahir Pancasila ke-63. Di antara korban kekerasan mereka adalah kiai, intelektual dan aktivis NU. Karena itu FPI harus bubar, dan haram ada di Cirebon” Demikian dinyatakan KH. Abbas Fuad Hasyim, dalam orasinya di hadapan dua ribu lebih massa Keluarga Besar NU pada 06/05/08 yang berdemo menuntut pembubaran FPI.
Menurut Ust. Baequni –kordinator Lapangan- Unjuk rasa damai ini diikuti oleh berbagai elemen warga muda NU Cirebon, KMNU, PMII, IKA PMII, IPNU, IPPNU, Lakpesdam NU Cirebon. Juga dari Garda Bangsa dan PKB kab. Cirebon, Komunitas Seniman Santri (KSS) serta berbagai Kalangan Muda Pesantren Cirebon ” , kata Kang Baequni.
Aksi ini berjalan damai, dimulai pkl. 09.00 dan berakhir pkl. 12.00. Mulanya massa terkonsentrasi di belakang terminal Sumber. Ribuan massa peserta aksi ini berduyun-berduyun bergerak menuju kantor Polres kab. Cirebon. Di depan kantor Polres, massa menggelar orasi yang intinya menuntut agar pihak Polres kab. Cirebon menyepakati pembubaran FPI. Tidak lama kemudian perwakilan Kapolres kab. Cirebon tampil di depan massa, ia menyatakan sepakat bahwa NKRI harus ditegakkan dan FPI layak dibubarkan.
Setelah itu massa bergerak ke gedung DPRD Cirebon, mereka pun kemudian terkonstrasi di depan gedung. Beberapa perwakilan fraksi PDI dan PKB secara bergantian berorasi. Mereka mengecam segala tindak kekerasan yang mengancam keragaman dan sepakat menyatakan bahwa FPI memang harus dibubarkan. Perwakilan ketua DPRD, Handi Wiyono, juga menyatakan bahwa FPI harus membubarkan diri. Dari PKB, Masykur menyatakan bahwa DPRD siap menyusun Perda Pelarangan FPI dan Ormas-Ormas lain yang berhaluan wahabi. Karena wahabi memang mengganggu keragaman dalam kehidupan beragama dan masyarakat.
Aksi ini sendiri menyuarakan enam tuntutan keluarga besar NU, yaitu: (1) Pertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI sebagai bentuk final negara. (2) Bubarkan FPI dan semua pihak yang mengancam Pancasila Dan NKRI dalam waktu sesingkat-singkatnya. (3) Tangkap dan adili segara pimpinan FPI dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. (4) Tolak segala bentuk kekerasan atas nama agama. (5) Adili segera pelaku kekerasan di Monas, 1 Juni 2008. (6) Mendesak Kepada DPRD Cirebon Agar menerbitkan Perda Pelarangan FPI Dan Ormas-Ormas yang berhaluan wahabi. [AM] (dok.www.fahmina.or.id)
Comments
  1. scorpionz says:

    Polling 4 Media: Jangan Bubarkan FPI!
    10 Juni 2008 : Pasca kejadian bentrok antara LPI (Laskar Pembela Islam) dan AKK-BB (Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) di Monas. Media-media masa membuat polling bagi pembaca, isinya, apalagi jika tidak pembubaran FPI (Front pembela Islam). Ajaibnya, hasil polling sampai saat ini (10/6) menunjukkan bahwa mayoritas pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan.

    Simak saja hasil polling yang dilakukan Detik.com. “Massa Front Pembela Islam (FPI) menyerbu massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas. Tindakan anarkis FPI sangat disesalkan. Tuntutan agar FPI dibubarkan pun meluas. Setuju kah Anda FPI dibubarkan?” Begitu, Detik.com memberi keterangan, bahwa tindakan FPI anarkis, dan patut disesalkan, serta tuntutan pembubaran FPI meluas. Tapi apa hasilnya? Ternyata 56,01% atau sebanyak 21.221 peserta jajak polling menyatakan tidak setuju pembubaran FPI, yang menginginkan FPI dibubarkan hanya 43.99%, atau sebanyak 16.667 pembaca. Dari total 37888 peserta polling.

    Hasil sementara polling juga terlihat dalam situs Liputan6.com. Mayoritas peserta polling menginginkan agar FPI tidak dibubarkan. “Catatan aksi kekerasan Front Pembela Islam (FPI) cukup panjang. Terakhir, para anggotanya terlibat penyerangan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa pihak meminta FPI dibubarkan. Setujukah Anda jika FPI dibubarkan?” Begitu Liputan6.com mengawali. Akan tetapi, apa jawaban pembaca? Ternyata 59% atau 89.126 pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan. Hanya 41%, atau 62.093 pembaca meminta FPI dibubarkan. Sisanya 272 (0%), menyatakan abstain.

    Di Republika Online lain lagi. 85,3% peserta menyatakan ketidak setujuannya jika FPI dibubarkan. Sedangkan mereka yang menginginkan pembubaran hanya 12,8%, sisanya 1,8 %menyatakan tidak perduli.

    Yang menarik adalah di situs milik Nahdlatul Ulama (NU). Di situs NU Online mayoritas pembaca, menginkan FPI tetap ada. Nah, menariknya, sebesar 59% memilih opsi “Keberadaannya (FPI) dipertahankan untuk menghapus kemaksiatan dan melawan kelompok liberal”.

    Hanya 21% tak menginginkan FPI dengan alasan layak dibubarkan karena merusak citra Islam. Sisanya, 1 %, menyatakan tidak tahu.

    Dari hasil ini, maka bisa diketahui bahwa mayoritas para peserta jajak pendapat di 4 media (Detik.com, Liputan6.com, Republika Online dam NU Online) hingga saat ini (10/6), menginginkan agar FPI tidak dibubarkan. “Dibenci tapi dirindu”, itulah FPI! [thoriq/www.hidayatullah.com]

  2. Wong NU says:

    Biarkan Allah yang menentukan mana yang paling benar antara Islam Moderat (aswaja) dengan Islam radikal (FPI)..Karena sesungguhnya Islam adalah agama rahmatan lil alamin, dan definisi seorang muslim menurut Nabi adalah Al-musliman saliman muslimun, min lisanihi wa yadihi (yang menjaga lisan dan tangannya dari mengolok2 orang lain), dan hamba yang agung didepan Allah adalah “tshoubuhu tsoubal anbiya wa’amaluhu amalal jabbarin”, yang artinya hamba yang paling dimurkai Allah adalah jika pakainnya lebih baik dari amalnya, pakaiannya seperti pakaian Nabi tapi perilakunya seperti prilaku preman (seperti FPI mungkin).

    dan ingat!!!ketika Nabi SAW mendapat cemoohan dan diludahi oleh kaum kafir quraish, beliau hanya membalas dengan senyum…subhanallah, Maha Besar Allah dengan segala kebesaran-Nya…

    dengan izin Allah, FPI akan sirna!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s