Posted: June 2, 2008 in Press Release

Pernyataan Sikap

atas

Penyerangan FPI terhadap Aksi Damai AKKBB

“Hentikan Kekerasan dan Hargai Keberagaman”

Pada Minggu, 1 Juni 2008, Lapangan Monas, terjadi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok massa dari Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter dalam Front Pembela Islam (FPI). Penyerangan ini dilakukan kepada sekitar 500-an orang yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang sedang mempersiapkan peringatan hari kelahiran Pancasila (Koran Tempo, 02/06/08).

Massa LPI melakukan penyerangan terhadap rombongan secara brutal. Aksi penyerangan dilakukan tidak hanya kepada laki-laki, namun juga kepada ibu-ibu dan anak-anak. Akibat aksi ini, sedikitnya sebanyak 12 orang menderita luka. Menurut saksi mata, pada saat penyerangan terjadi, tidak tampak penjagaan dari pihak kepolisian sehingga ratusan massa beratribut FPI dapat menyerbu dengan mudah massa AKKBB yang sebagian adalah perempuan.

Muchamad Machsuni, panglima Laskar Pembela Islam menyatakan tindakan penyerangan ini dilakukan sebagai bentuk penegasan sikap kepada Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang mendukung Ahmadiyah. Ahmadiyah, menurut Machsuni, telah mencoreng umat Islam, oleh karena itu, hanya ada dua ,” tobat atau perang”. (Koran Tempo, 02/06/08)

Aksi kekerasan yang ditujukan kepada sebuah kelompok elemen bangsa yang sedang berkumpul dan menghimbau negara untuk menghormati dan melindungi hak warga negara untuk memiliki keyakinan dan menjalankan agamanya, adalah sebuah ironi di negara yang penuh dengan keberagaman. Aksi kekerasan, tepat pada saat bangsa Indonesia memperingati lahirnya konstitusi negara ini, telah mencederai proses kehidupan sebuah bangsa yang terdiri dari beragam budaya, suku, agama dan kepercayaan.

Oleh karena itu, kami, INSTITUT PEREMPUAN, dengan ini menyatakan:
1. Mengutuk kekerasan dan penyerangan brutal dan tidak manusiawi, yang dilakukan terhadap AKKBB, termasuk perempuan dan anak, yang sedang memperingati hari Kelahiran Pancasila.

2. Prihatin atas kelambatan aparat kepolisian dalam merespon aksi penyerangan yang terjadi.

3. Mendesak aparat penegak hukum untuk menangkap dan mengadili pelaku penyerangan.

4. Menyerukan kepada seluruh masyarakat dan elemen bangsa untuk menolak kekerasan dan mengutamakan dialog dalam menyikapi perbedaan.

Demi keadilan, kesetaraan dan kemanusiaan,

INSTITUT PEREMPUAN

R. Valentina Sagala, SE., SH., MH

Board of Executive

Comments
  1. Kepada YTH,
    DETASEMEN 88 ANTI TERORIS
    Di Tempat

    Saya melaporkan bahwa ada suatu gerakan teroris yang sangat membahayakan jiwa masyarakat umum dan keamanan secara umum.
    Kelompok teroris tersebut bernama FPI atau disingkat dengan FRONT PEMBELA ISLAM, adalah suatu kelompok teroris yang setiap saat bisa membunuh siapa saja.
    Mohon segera diproses secara hukum, kelompok teroris tersebut segera dibubarkan, serta para anggota yang diidentifikasi ikut di dalamnya untuk segera dilakukan penangkapan dengan segera.

    Indonesia, 2 Juni 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s