Pernyataan Sikap

Posted: April 25, 2008 in Press Release

Press Release Menyikapi Rencana Pelarangan Jemaat Ahmadiyah Indonesia

Jakarta, 14 April 2008

Setelah berbagai kasus tindak kekerasan, kriminalitas, dan main hakim sendiri yang tidak pernah diusut secara hukum, Ahmadiyah saat ini justru terancam akan benar-benar dinyatakan oleh Kejaksaan Agung RI sebagai organisasi terlarang. Melalui pertemuan intensif antara Departeman Agama dan Kejagung, akhirnya ancang-ancang untuk membubarkan Ahmadiyah diputuskan.
   
Ancaman pembubaran ini begitu mengkhawatirkan bukan hanya karena ratusan ribu warga Jemaat Ahmadiyah benar-benar akan dikriminalisasi dan berpotensi menjadi korban kekerasan baik oleh masyarakat maupun negara, bukan hanya akan memperluas konflik horisontal dan disintegrasi bangsa, melainkan juga terkait dengan pelecehan terhadap martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa beradab dan menjunjung tinggi Hak Asasi manusia.
 
Akibat kecenderungan para pengelola negara untuk mengkriminalisasi keyakinan satu kelompok berdasarkan kepentingan kelompok lainnya ini pula, di ranah publik kita dihadapkan pada meruyaknya provokasi-provokasi massa , ancaman pembumihangusan maupun pembunuhan terhadap penganut Ahmadiyah. Kondisi ini jelas melemahkan posisi negara di hadapan warganya, bahkan mengancam eksistensi Indonesia sebagai negara majemuk.

Karena itu, demi menjaga keutuhan bangsa, demi terlindunginya hak sipil seluruh warga negara, dan demi terlindunginya harmoni sosial yang telah dibangun bersusah payah di negeri ini, kami, segenap elemen bangsa yang peduli dengan komitmen berbangsa yang bhinneka tunggal ika, perlu menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Meminta kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Bakorpakem maupun Departemen Agama, untuk mempertimbangkan ulang dan membatalkan rencana pelarangan Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang jelas-jelas bertentangan dengan prinsip Hak Asasi Manusia dan prinsip hukum yang dianut di Indonesia.

2. Menegaskan bahwa negara kita adalah negara hukum dan konstitusional. Artinya segala proses penyelenggaraan kehidupan berbangsa didasarkan atas konstitusi dan hukum, bukan atas dasar desakan kelompok kepentingan dan golongan tertentu, apalagi yang jelas-jelas antidemokrasi dan menghalalkan kekerasan.

3. Meminta kepada seluruh pengelola negara Indonesia untuk menjamin hak-hak kebebasan dasar (normative) setiap warganegara Indonesia tanpa kecuali; dan menunjukkan komitmen tinggi untuk mewujudkan kesetaraan tiap-tiap warganegara di muka hukum, dan terutama dalam menegakkan rule of law;

4. Meminta kepada aparat negara untuk mengantisipasi dan menghentikan segala bentuk provokasi, ajakan, perilaku intoleransi dan segala bentuk kekerasan yang muncul di tengah masyarakat; serta menjamin penegakan hukum atas siapapun yang melakukan tindak kekerasan dan kriminalitas atas nama apapun, tanpa pandang bulu.

Sebagai bagian dari anak bangsa, kami juga mengingatkan kepada para tokoh agama, partai politik, ormas-ormas dan kelompok keagamaan, organisasi civil society, media massa, dan segenap elemen masyarakat, untuk:

1. Mengedepankan semangat toleransi dan kearifan dalam menghadapi perbedaan-perbedaan dengan orang atau kelompok tertentu, termasuk dalam soal keyakinan agama.

2. Tidak gampang terhasut oleh pihak-pihak atau kelompok-kelompok tertentu untuk membenarkan ataupun turut serta dalam tindak-tindak kekerasan yang menebar rasa tidak aman dan permusuhan antar sesama anak bangsa.

3. Mewujudkan agama sebagai faktor harmoni, bukan disharmoni, pendorong kedamaian, bukan pemantik permusuhan.

4. Tidak memberi pembenaran apapun, terutama dari sisi doktrin dan teologi agama, terhadap setiap tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama.

5. Berada pada jalur moderasi dan mengambil peran terdepan dalam menumbuhkan semangat toleransi dan perdamaian dalam menghadapi perbedaan apapun.

Aliansi Kebangsaaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

AKKBB

Elemen-elemen pendukung:

Indonesian Conference on Religion and Peace, National Integration Movement, The Wahid Institute, Kontras,

LBH Jakarta, Jaringan Islam Kampus, Jaringan Islam Liberal, Lembaga Studi Agama dan Filsafat,

Generasi Muda Antar Iman, Institut DIAN/Interfidei, Masyarakat Dialog Antar Agama, Komunitas Jatimulya, eLSAM,

Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Lembaga Kajian Agama dan Jender, Pusaka Padang,

Yayasan Tunas Muda Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia,

Forum Mahasiswa Ciputat, Tim Pembela Kebebasan Beragama (TPKB), El_Ai_Em Ambon,

Yayasan Ahimsa (YA), Jakarta, Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI),

Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta, Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman Jogjakarta,

Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Surakarta, SHEEP Indonesia Jogjakarta,

Forum Lintas Agama Surabaya, Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya, LSM Adriani Poso, PRKP Poso,

Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok, Forum Komunikasi Lintas Iman  Gorontalo, Crisis Center SAG Manado, LK3 Banjarmasin,

Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan, Makassar, Jaringan Antar-iman se-Sulawesi,

Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin, PERCIK Salatiga, Sumatera Cultural Institut Medan; Muslim Institut Medan; PUSHAM UII Jogjakarta; Swabine Yasmine Flores-Ende; Komunitas Peradaban Aceh,

Yayasan Anand Ashram, Yayasan Jurnal Perempuan, CC GKI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s