Bakor Pakem Hentikan Kegiatan Ahmadiyah

Posted: April 25, 2008 in Pers

Kamis, 17/04/2008

JAKARTA (SINDO) – Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem) menyatakan Ahmadiyah sebagai aliran yang menyimpang.

Bahkan, Bakor Pakem merekomendasikan agar kegiatan Ahmadiyah dihentikan. Rekomendasi itu akan disampaikan Bakor Pakem kepada Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri. Ketiganya diharapkan segera membuat surat keputusan bersama (SKB) untuk menghentikan kegiatan aliran Ahmadiyah.

“Bakor Pakem merekomendasikan agar warga Ahmadiyah diperintahkan dan diberi peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya,” kata Wakil Ketua Bakor Pakem Wisnu Subroto di Jakarta kemarin. Pernyataan ini merupakan hasil keputusan rapat Bakor Pakem di Gedung Kejagung kemarin. Wisnu yang menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung itu mengungkapkan, rekomendasi tersebut didasarkan atas pantauan tim Bakor Pakem terhadap Ahmadiyah selama tiga bulan, terhitung sejak 14 Januari 2008.

Saat itu, ujar dia, Ahmadiyah menyatakan siap melaksanakan 12 butir pernyataan, di antaranya meyakini dan mengucapkan dua kalimat syahadat, mengakui Muhammad adalah nabi penutup, Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, dan tidak akan mengafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah.

“Dari hasil pantauan selama 3 bulan, ternyata Ahmadiyah tidak melaksanakan 12 butir PB (Pengurus Besar) Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) secara konsisten dan bertanggung jawab,” tutur Wisnu. Dengan demikian, JAI telah melakukan penyimpangan pokok-pokok ajaran agama Islam yang dianut di Indonesia dan menimbulkan keresahan dan pertentangan di masyarakat. Jika JAI tidak menghentikan kegiatannya, Bakor Pakem akan mengeluarkan rekomendasi pembubaran organisasi Ahmadiyah.

Wisnu mengaku, jemaah Ahmadiyah dapat dikenakan Pasal 156 a tentang Penistaan Agama jika masih menjalankan kegiatannya. Sementara itu, Kepala Litbang dan Diklat Departemen Agama Atho Mudzar mengungkapkan, berdasarkan temuan tim Bakor Pakem, Ahmadiyah masih mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi. “Mereka tidak mengubah keyakinan itu,” katanya. Menurut dia, selama tiga bulan Tim Bakor Pakem meneliti Ahmadiyah di 33 kabupaten, 55 komunitas, serta bertemu 275 warga JAI. (adam prawira)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s